09 Desember 2008

Ludruk dan Cak Durasim














Gambar diambil dari bp1.blogger.com/.../s320/irama+budaya+0.jpg

Ludruk merupakan kesenian asli dari Jawa Timur. Ludruk merupakan pementasan ulang dari legenda dan sejarah yang pernah terjadi di Indonesia. Contoh cerita yang diangkat dari ludruk seperti Sakerah dan Sawunggaling.

Di mana gedung Cak Durasim Surabaya merupakan saksi bisu yang menyaksikan permulaan hingga kejayaan kesenian ludruk. Nama gedung Cak Durasim diangkat dari seorang pemain ludruk, yaitu Cak Durasim. Cak Durasim adalah seorang pahlawan ludruk.

Kisahnya sebagai pahlawan ludruk diawali ketika almarhum sedang asik menembang di atas panggung. Kemudian tak disangka muncul tentara Nippon (Jepang) yang membawa samurai dan menghampiri Cak Durasim di atas panggung, lalu dengan sadisnya tentara tersebut menggorok leher Cak Durasim dengan samurainya yang tajam. Dan seketika itu juga Cak Durasim meninggal dengan namanya yang harum sebagai pahlawan ludruk.


Peristiwa pembunuhan Cak Durasim ini memunculkan pantun “Pegupon Omahe Doro, Melok Nippon Bangsaku Kelara-lara”. Arti dari pantun tersebut adalah ketika dijajah oleh Jepang, bangsa kita sengasara.

Oleh karena itu kita sebagai generasi muda harus bangga dan melestarikan kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa kita. Diharapkan juga pemerintah Indonesia peduli dan mau melestarikan aset bangsa yang sangat berharga ini. Jangan sampai kebudayaan kita tidak direbut oleh bagsa lain.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

waaah ternyata kesenian asli surabaya itu keren yaa...
baru kusadari setelah baca artikelmu....
kok ga ajak aku pas ke cak durasim seeehh...??
melokkkk.................^^

Daisy_Bethz mengatakan...

welehh welehh..senengane ludruk to mbak??
haha xp